9 Cara Melakukan Malam Pertama Menurut Islam

malam pertama

Malam pertama (MP) adalah malam yang sangat dinantikan oleh sepasang suami istri yang baru menikah dan sudah sah dalam melakukan hubungan istri. Hal seperti ini dibenarkan dalam syari’at, namun sebagai orang islam tentu harus mengerti adab/tata cara yang benar saat malam pertama tersebut. Jika anda melakukan sesuai syariat dan dengan cara yang benar, hal ini diharapkan agar hubungan anda dengan istri diberkati oleh Allah. Terlebih lagi, anak yang lahir kelak dilindungi oleh Allah dan dijadikan anak yang sholih-sholihah. Karena pada hakikatnya, pernikahan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dunia saja, namun di dalam pernikahan juga banyak ladang pahala untuk kehidupan akhirat. Pernikahan adalah amanah yang perlu dijaga sebaik-baiknya. Untuk itu, agar pernikahan dijaga oleh Allah, adab-adab dalam pernikahan harus anda ketahui, termasuk saat malam pertama ini.

Adab Malam Pertama Menurut Islam

Berikut adalah adab malam pertama dalam islam yang perlu anda ketahui dan dipraktekkan saat anda sudah sah dalam pernikahan.

1. Memegang ubun-ubun istri dan berdoa

Adab yang pertama yaitu memegang ubun-ubun istri seraya berdoa. Hal ini juga diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Peganglah ubun-ubun istri seraya berdoa sebegai berikut.

“Allahummaa innii as-aluka min khairihaa wa khairi maa jabaltahaa alaihi Wa ‘audzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa jabaltahaa alaihi”.

Doa tersebut mengisyaratkan kebaikan, serta memohon perlindungan kepada Allah. Untuk itu, bagi anda yang sudah menikah, jangan lupa untuk menerapkan doa ini saat malam pertama.

2. Melakukan sholat dua rakaat

Selain berdoa, adab lainnya saat malam pertama menurut islam adalah melakukan sholat sunna dua rakaat. Sholat ini adalah isyarat doa kepada Allah. Hal ini juga diambil dari sebuah kisah seorang laki-laki yang mendatangi Ibnu Mas’ud. Laki-laki tersebut berkata “Aku baru saja menikah dengan seorang gadis muda, aku khawatir ia marah kepadaku”. Mendengar tuturan lelaki tersebut, Ibnu Mas’ud kemudian berkata “Jika nanti ia menghampirimu, maka suruhlah ia sholat dua rakaat dibelakangmu”. Setelah sholat kemudian berdoalah untuk kebaikan serta keberkahan keluarga kalian. Tidak hanya itu, berdoalah juga agar Allah menyatukan dan memisahkan kalian dengan kebaikan jika Allah berkehendak. Lebih dari itu, sholat sunnah ini bertujuan untuk memberi ketenangan serta bisa mengurangi ketegangan.

3. Merayu istri

Selain sholat sunnah, merayu istri saat malam pertama juga menjadi adab dalam islam. Dengan rayuan yang diberikan oleh suami, maka istri akan senang dan terhibur. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW saat malam pertama bersama Aisyah. Rasulullah membawakan segelas susu kepada Aisyah dan diberikannya kepada Aisyah, namun Aisyah malu dan menundukkan kepalanya. Merayu istri juga meliputi; bermain-main bersama istri, berciuman mesra, mengecup bibir, menghisap lidah istri, dll sebelum berhubungan seks. Bercumbu rayu bahkan lebih penting daripada hubungan seks itu sendiri. Hal ini juga bertujuan agar suami istri tersebut sudah sama-sama dalam keadaan siap untuk berhubungan seks sehingga nantinya bisa mencapai klimaks bersama.

Artikel lainnya: Posisi seks terbaik saat malam pertama

Secara umum, seorang suami memiliki peranan penting dalam hal memberikan rangsangan serta rayuan kepada istri. Suami yang harus memulai dan lebih aktif. Selebihnya, istri juga harus merespon dan mengimbangi perlakuan suami.

Diriwayatkan Jabir bin Abdullah berkata “Rasulullah SAW melarang untuk berhubungan seks sebelum melakukan cumbu rayu”.

4. Berdoa meminta perlindungan pada Allah

Selain yang disebutkan di atas, anda juga harus berdoa saat akan berjima’ dengan istri. Doa ini cukup dibaca oleh suami saja menurut sebagian besar para ulama. Istri bertugan untuk mengingatkan suami untuk tidak lupa membaca doa saat akan berhubungan intim. Do’a saat akan berjima’ adalah

“Bismillahi, Allahumma Jannibnas shaithona wajannibis syaithona maa rozaqtana”. Artinya; “Dengan menyebut namaMu Ya Allah, Jauhkanlah aku dari setan, dan jauhkan juga setan dari anak yang akan Engkau berikan/karuniakan pada kami” Hadist ini diriwayatkan oleh (Bukhari-Muslim).

5. Bersiwak

Adab lainnya yang perlu anda ketahui adalah bersiwak. Sunnah bagi seorang suami dan istri untuk bersiwak atau sikat gigi sebelum kalian berhubungan intim. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kenyamanan antar kalian serta untuk menjaga kebersihan.

6. Berwudhu atau mandi wajib

Selain bersiwak, sunnah juga untuk berwudhu atau mandi wajib. Anda bisa berwudhu sebelum melakukan hubungan suami istri. Jika anda ingin mengulangi untuk berhubungan seks lagi, maka sunnah juga untuk berwudhu atau mandi wajib terlebih dahulu. Hal ini dilakukan oleh seorang suami saja menurut pendapat terkuat dari para ulama secara mayoritas.

7. Menggauli istri dengan baik

Adab lainnya yang tidak boleh anda lupa adalah, harus menggauli istri dengan baik. Seorang suami boleh menggauli istri dengan cara apa pun yang disukai, namun hanya sebatas pada kemaluannya saja, bukan pada duburnya atau yang dikenal dengan anal seks. Rasulullah SAW bersabda” cumbuilah dan gauli istrimu dari arah mana pun, namun hindari menyetubuhi dubur dan saat menstruasi.

8. Tidak berhubungan/menggauli istri saat haid/nifas

Adapun adab keenam ini masih berhubungan dengan poin kelima di atas. Haram bagi para suami menggauli istrinya saat sedang haid juga nifas. Suami boleh melakukan apa saja, kecuali jima’. saat suami ingin berjima’ namun istri sedang dalam keadaan menstruasi, maka boleh bercumbu asalkan bukan pada kemaluannya.

9. Saling mengungkapkan perasaan

Selain yang disebutkan di atas, adab lainnya yaitu saling bertukar ungkapan perasaan. Banyak kasus perceraian yang terjadi akibat istri terlalu dingin dengan sikap suami, terlebih lagi suami memiliki gairah seks yang besar. Untuk itulah, tak ada salahnya saat malam pertama ini, anda dapat bertukar perasaan. Istri harus berusaha membahagiakan suami, begitu juga dengan suami yang harus mengerti keadaan istri. Hubungan seks suami istri yang diawali dengan kesiapan perasaan dan mental tentu akan lebih bermakna. Hal romantis seperti ini tidak bisa didapatkan dengan instan, harus ada proses di dalamnya.

Agar suami istri sama-sama merasa siap, maka ada dua hal yang perlu dilalui. Hal ini berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan kenikmatan. Pertama yaitu kemesraan yang bisa dilakukan dalam bentuk “pemanasan atau foreplay”. Kedua adalah “penetrasi” yang merupakan kemesraan penutup. Kesalahan pada dua hal tersebut bisa menjadi masalah yang berjalan terus-menerus. Banyak para suami yang tidak mengerti atau tdak mengetahui bahwa istri juga membutuhkan kemesraan seperti cumbuan. Seorang istri sangat membutuhkan sentuhan mesra untuk membangkitkan gairah seksualnya.

Produk: Obat kuat cialis

Itulah beberapa adab saat malam pertama pengantin sesuai syariat islam. Suami dan istri harus sadar bahwa melakukan hubungan intim bukan hanya untuk mencapai kenikmatan. Lebih dari itu, hal tersebut adalah bentuk untuk menjaga kehormatan, mencari kesucian, dan untuk menjaga serta membina rumah tangga yang sehat, dan tentunya diridhoi oleh Allah SWT.

Dengan adab-adab yang sudah disebutkan di atas, maka diharapkan agar hubungan anda semakin terjaga dan dikaruniai putra-putri sholih juga sholihah, bisa menjadi penerus yang amanah, ahli ilmu, dan menjaga kuat iman dan Islam.